Rabu, 25 Maret 2015

Ya Allah . . .

. . . Ya Allah . . .

Bantu aku untuk menuntut ilmu dalam mendekatkan diri pada-Mu, untuk mencari bekal menggenap separuh agama-Mu...
.
Ya Allah...
Berikanlah aku dalam ikhtiar untuk menjemput jodoh yg tertakdir untukku.
Cukupkan kami bahwa Engkau yg menjadi penjawab segala tanya & penenang hatiku.
Aku meyakini bahwa Cinta itu datangnya dari-Mu, Allah❤
Dan akan Engkau hadirkan cinta itu untuk seseorang yg namanya sudah Engkau tulis di Lauhul Mahfuzh.
.
Ya Allah...
Jikalau suatu saat aku bertemu dgn dia yg Engkau takdirkan untukku, yakinkan ku dgn membuat hatiku tdk tertarik kepada pria manapun & tdk goyah karena alasan apapun.
Berikanlah kesabaran & kekuatan dalam menghimpun keterserakan antar kami berdua.
Berilah keyakinan, kesetiaan, lalu keberanian pada hati kami berdua.
.
Ya Allah...
Yakinkan hatiku dengan kesiapan, kerelaan, dan keberanian untuk saling membuka, menerima, dan menutup aib pada diri kami berdua.
Yakinkan hatiku dengan membuatku tdk mencari-cari celah kekurangannya, seperti yg selama ini aku lakukan atas dasar penjagaan sesuai apa yg memang seharusnya.
.
Ya Allah...
Yakinkan hatiku... Yakinkan hatikuu...
Yakinkan hatiku dengan keyakinan atas-Mu yg lebih dari segalanya, agar tak mendahului apa yg telah Engkau tata, agar tak membuat-Mu murka atau Rasul-Mu menitikan air mata, atas apa yg tdk seharusnya.
.
Aku tak mau meminta segera, karena itu berarti aku telah memaksa Engkau untuk merombak yg sudah digariskan ketetapannya.
Aku jg tdk mau berdoa secepatnya, karena siapatau saja aku telah mengatasnamakan niatan suci padahal mengenyampingkannya karena nafsu belaka.
.
Aku tak mau meminta segera atau secepatnya, karena itu tergesa-gesa & seolah memaksa. Aku hanya meminta kepada-Mu untuk memberi kesiapan & kerelaan menerima, atas apa yg Kau gariskan untukku, agar aku senantiasa mensyukurinya.
.
Ya Allah...
Tunjukkan aku jalan menuju takdir terbaik-Mu.
Sabarkan aku dalam penantian yg terus merindu ini...
.
Aamiin yaa Robbal'alamiin... ������

Minggu, 22 Maret 2015

Menunggu

.
Sebuah sajak tentang penantian seorang hawa terhadap lelaki yang Allah gariskan untuk menjadi Imamnya.
Untuk jadi masa depannya.
Untuk jadi ayah dari anak-anaknya.
.
Dia tahu penantian itu akan panjang, mungkin akan sangat panjang dan berliku.
Namun selama dia mengimani TuhanNya dengan seluruh jiwa raga, dia percaya keyakinannya tak akan berbuah petaka.
.

Aku, wanita dalam penantian,
yang sedang terdiam memikirkan akan dengan siapa bersanding di pelaminan,
yang sedang menunggu pada siapa cinta ini akan dilabuhkan,
yang sedang menanti pada siapa hidup ini akan diabdikan.
.
Aku, wanita dalam penantian,
dahulu mengingin pernikahan bak putri kerajaan,
yang berjalan di tengah keramaian orang dan dapatkan pandangan penuh kekaguman,
aku ingin menjadi wanita cantik yang juga panutan,
sosok menarik yang menjadi sorotan.
.
Aku, wanita dalam penantian,
kini sadar cinta semacam itu keinginan kekanakan,
cinta sejati adalah cinta yang mendewasakan,
cinta sejati tidak lahir dari perayaan valentinan,
cinta sejati tidak tumbuh dari seringnya kebersamaan,
cinta sejati itu bukan percobaan apalagi mainan,
karena cinta sejati adalah cinta yang berdasar iman.
.
Aku, wanita dalam penantian,
menginginkan Imam yang menjemputku dalam ketaatan,
bagiku tak penting dia tampan,
namun mencintai orangtua dan juga taat kepada Tuhan,
agar kelak kami akan saling mencintai didunia dan surgaNya dalam kebersamaan.
.

Kamis, 19 Maret 2015

Lillahi ta'ala

.. BILA AKU JATUH CINTA

Ketika dunia ini penuh dengan perasaan cinta seperti ini, maka kita akan merasakan bahwa kehidupan ini betul-betul indah dan tidak mau berpisah sebelum semuanya tercapai.

Namun, jika dunia ini hanya dipenuhi oleh kebencian, maka yang terasa hanya kekacauan dan keributan sehingga tidak lagi mengenal nikmatnya hidup.

Yaa Allah.....
Jka aku jatuh cinta,
Cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu,
Agar bertambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.

Yaa Muhaimin....
Jika aku jatuh cinta,
Jagalah cintaku padanya agar tidak melebihi cintaku pada-Mu.

Yaa Allah.....
Jika aku jatuh hati,
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,
Agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semu.

Yaa Allah.....
Jika rindu ini bertahta,
Aku harap, biarlah untuk-Mu

Andai rindu ini menarik resah kepada-Mu,
Aku pasrah.

Andai pencarian ini belum ku temui,

Yaa Allah.....
Damaikanlah hati ini.
Biarlah resah menarik sepi.
Biarlah kecewa meratap pergi.
Biarlah kasih mengikat diri.

Yaa Muhaimin....
Kepada-Mu aku mengadu hati.
Serikanlah taman hati bukan pada fikiranku.
Tapi pada ke Ridha'an-Mu.

Yaa Allah.....
Izinkan aku mencintainya dalam keikhlasan.

Karena, aku tak pernah tau...
Apakah dia yang tercatat dalam lauful mahfudz untukku?
.
Karena aku tak pernah tau....
Adakah balasan darinya untukku?
.
Biarlah kuasa-Mu yang menggerakan hatinya untukku.
Bukan karena mencintainya dengan diam aku akan menderita.
Bukan karena mengaguminya dengan diam aku akan merana.

Biarlah aku dekap rapat perasaanku ini.
Biarlah aku tutup rapat hingga Allah mengizinkan pertemuan kita.

Namun.....
Jika memang dia bukan tercatat untukku.
Jika memang dia hanya hiasan duniaku yang sementara,
Sungguh aku yakin Allah akan menghapus cinta dalam diamku padanya.
Allah akan menghilangkan perasaanku untuknya.

Dia akan memberikan rasa yang lebih indah pada orang yang paling tepat. Begitulah kuasa-Nya. Begitulah Dzat yang membolak-balika hati hamba-Nya.
.
“Ketika aku tak lagi terkagum denganmu, maka pahamilah jejakku.. Karena mungkin, aku pernah menulis tentangmu dan meyapa namamu dalam tiap untaian doaku”