Jumat, 17 Oktober 2014

Bapak...

Bapak..
Langit mendung
Seakan turut berduka atas kepergianmu
Dentuman salvo memecah sunyi
Sebagai tanda penghormatan terakhir

Indahnya kebersamaa denganmu telah menjadi kenangan…
Namun perhatianmu, kasihmu dan cintamu tetap terukir indah dalam sanubari kami

Dibawah langit ini, seketika merenung..
Sepinya hati ini tanpa ragamu
Akan tetapi semangatmu tetap menyala dalam benak kami

Keteladananmu mengajarkan kami pentingnya arti kehidupan
Keteladananmu mengajarkan kami arti kesabaran dan keihlasan
Keteladananmu mengajarkan kami arti kedewasaan

Bapak..
Allah melihatmu semakin hari semakin lelah
Dia mengulurkan tangan-Nya meraih dan membelai mu dalam peluk Nya
Dia pun membisikkan padamu “ datanglah kepada-Ku dan berbahagialah
Kami sangat mencitaimu
Tapi Allah lebih mencintaimu
Dengan airmata, akami menghantarkan mu ke tempat peristirahatan terakhirmu
Dengan hati ikhlas kami melepasmu

Allah memberikan kepada kami rasa kehilangan yang terbesar dan dia telah membuat kami mengerti bahwa
Dia hanya mengambil yang terbaik

Dan hal tersebut adalah pelajaran hidup terbaik dari Allah untuk kami melalui dirimu
Ikhlas… merupakan Pelajaran terakhir yang terberat  untuk melepasmu

Bapak..
Kini dirimu tenang di sisiNya
Kubawakan bunga untukmu..
Harumnya bunga seharum namamu
Yang telah banyak mengukir kebaikan untuk keluarga, bangsa dan sesama..


Terkirim doa untukmu..
Usapan batu nisan sebagai tanda kami rindu padamu
Selamat jalan Bapak
Terimakasih atas semua kebaikan yang telah engkau lakukan

Selamat jalan Bapak, kami tahu Bapak sekarang berada di tempat di tempat yang terbaik

Amin Yaa Rabbal Alamin..
Kami anak – anak yang selalu mencintaimu

Rabu, 15 Oktober 2014

HURT...

I'm sorry for blaming you for everything I just couldn't doAnd I hurt myself by hurting you

Somedays I feel broke inside but I won't admitSometimes I just want to hide 'cause it's you I missYou know it's so hard to say goodbye when it comes to this
Would you tell me I was wrong?Would you help me understand?Are you looking down upon me?Are you proud of who I am?There's nothing I want to doTo have just one more chanceTo look into your eyes and see you looking back

I'm sorry for blaming you for everything I just couldn't doAnd I've hurt myself

If I had just one more day, I would tell you how much thatI've missed you since you've been away

Senin, 13 Oktober 2014

Don't Forget

Did you forget, That I was even aliveDid you forget, Everything we ever hadDid you forget, Did you forgetAbout me
Did you regret, Ever standing by my sideDid you forget, What we were feeling insideNow I'm left to forgetAbout us
But somewhere we went wrong, We were once so strongOur love is like a songYou can't forget it
So now I guess, This is where we have to standDid you regret, Ever holding my handNever again, Please don't forgetDon't forget
We had it all, We were just about to fallEven more in love, Than we were beforeI won't forget, I won't forgetAbout us
But somewhere we went wrong, We were once so strongOur love is like a song, You can't forget itAt all
And at last, All the pictures have been burnedAnd all the past, Is just a lesson that we've learnedI won't forget, Please don't forget us
But somewhere we went wrong, Our love is like a songBut you won't sing along, You've forgottenAbout us

Kamis, 09 Oktober 2014

Asa

Saat aku tak paham maksud Tuhan
Aku memilih untuk percaya

Saat aku dikecewakan
Aku memilih untuk berserah

Saat putus asa melingkupiku
Aku memilih untuk maju

Apapun yang telah terjadi.
Tetaplah percaya, bersujud, berserah dan maju dengan yakin

Karena Tuhan sedang merajut yang terbaik. (amin)

��������

Selasa, 07 Oktober 2014

Everything Happens For A Reason


“ no coincidence happens in this world, everything happens for a reason”
Kata-kata tersebut menjadi quote of the day in everyday saat ini. Rasanya harus tertempel dijidat besar- besar biar sadar hehe.

Setelah sekian waktu terlewati, rasanya segala bentuk cobaan terus berdatangan, entah harus seperti apa lagi saya. Mereka datang bertubi-tubi seakan tidaklah pernah berhenti. Sedih pun selalu terbendung dalam hati. Sempat terbesit dalam pikiran apa maksud Allah dengan semua ini. Sayangkah dengan saya. Tapi saya hanya yakin ada maksud dalam semua ini. Pernah saya membaca di suatu artikel semakin banyak cobaan, semakin sayang Allah dengan kita. Karena segala sesuatu yang terjadi dalam hidup sudah ada yang ngatur layaknya kita seperti wayangnya dalangnya itu ALLAH. Kita sebagai pemain berlakonlah sebaik mungkin dalam keadaan apapun itu. Dari mulai bertindak, berperasaan itu sudah ada dalam naskah Allah. 
Segala sesuatunya terjadi di dunia ini tidaklah kebetulan, melainkan terjadi karena suatu alasan. Seperti dalam Alqur’an :

 “ Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (al-Hadiid: 22)

Karena  segala yang terjadi dalam hidup ini merupakan serangkaian pembelajaran hidup. Baik suka dan duka, senang atau susah.  Karena pengalaman adalah guru terbaik. 

Dan hanya orang-orang yang pernah ditinggalkanlah yang mengetahui secara dalam bagaimana keadaan ataupun kondisi saat itu, apakah sedang berada pada posisi labil, kesedihan tak berujung, dsb. Sehingga tidak perlu memaksakan kepada siapapun untuk mengerti karena hasilnya pun hanya sia-sia dan hanya berujung kepada kesedihan yang bertambah. Karena setiap orang memiliki pemikiran yang beragam. Dihargai saja pendapat masing-masing orang, meski terkadang tidak setuju. Ya ikhlas pada intinya, Ikhlas itu seperti kata-kata yang mudah sekali untuk diucapkan secara normatif, tapi sulit sekali diterapkan. Tapi perlahan pasti bisa. InsyaAllah

Semoga Allah senantiasa memberikan kami kesabaran yang ekstra dalam menghadapi apapun amin :)






Senin, 06 Oktober 2014

PATAH HATI ?

Patah Hati.
Yakk sy berhasil repost dari blognya romeogadungan. Semoga bermanfaat ya. Mungkin kalian berpikir sy sedang galau sometimes sih. Sy termasuk orang yang susah move on padahal sudah beberapa tahun yang lalu (curhat wkwk), tapi overall sy gak galau banget tapi kadang suka muncul rasa galau itu. Sedikit trauma mungkin ada, dan kini saya baru sadar setelah dimarahin oleh kaka saya kalau saya tidak boleh seperti itu. Hidup itu indah nikmati prosesnya. Jangan berada di satu titik, akan tetapi masih stuck saat itu. Dan sempat usaha kaka saya kenal ini, tapi ternyata saat itu saya belum tau harus bagaimana dan harus berbuat apa sampai pada akhirnya ga tau saya harus seperti apa, sampai pada akhirnya musibah datang menimpa keluarga saya dan akhirnya lupa dengan semuanya. Karena saya fokus dengan keaadan itu. Saya termasuk orang yang tidak bisa berpikir untuk fokus ke cabang-cabang lainnya. Bagi saya selesaikan satu-satu, tidak dalam sekaligus saya jalankan. Karena butuh pemikiran yang ekstra dan hati yang lapang. Dan pada akhirnya setelah musibah selesai terlewati, baru terpikirkan hal lain. Saya tersadar seperti telah lama saya tertidur (kaya putri salju aja wkwk tp versi indonesia haha gak cucok banget sih ngayal aja wkwk) akan suatu hal yaitu open ways, open mind and the others, saya tidak boleh seperti itu, jalani dulu, dicoba dulu (selalu disemangati oleh kaka saya trimakasih mb). And i will try and wish me luck. Di setiap perjalanan kehidupan memang ada kerikil-kerikil atau resiko dari setiap kejadian. Harus bisa melapangkan dada secara cepat, meski itu tidaklah mudah dalam waktu yang sedemikian cepat. Tapi perlahan saya pasti bisa untuk dijadikan pembelajaran lebih baik lagi. Meski baru terjatuh lagi dan lagi saya harus semangat lagi. yoyoyoyo (",)9

Tau gimana rasanya berada saat sulit?
Semangatpun naik turun seperti ombak kadang tinggi, kadang surut, bahkan tidak sama sekali kalau kata saya berada di titik under spirit (soktau gitu wkwk).  Kalau kata orang yang sy jadikan tolak ukur untuk diri saya dalam meraih sesuatu, ia telah membuka mata hati dan pikiran untuk segera beranjak dengan kata "setiap orang toh sudah ada pasangannya masing-masing jadi tidak perlu pusing dengan hal itu, jalani saja" :)
kadang kita membutuhkan suatu kata dan pedoman yang kita ikuti untuk dapat mendongkrak semangat yang kendur.
Semoga dapat meraih segala cita dan asa dengan semangat baru. yaapp i make a project soon.be better be better.

baiklah check it out..

Siapa sih manusia di dunia yang gak pernah patah hati? Gue, lo, temen lo, saudara lo, mbak Minah pembantu kosan, ampe tukang teh botol di pinggir jalan mungkin pernah patah hati,
Semua orang pernah patah hati. Bahkan mungkin Obama juga pernah patah hati. Obama mungkin pernah galau malem-malem di kamarnya sambil ngomong.
“Nasi goreng, sate, semua enak!”
Patah hati seolah jadi hal yang wajar buat semua orang. Gue pernah beberapa kali patah hati. Gak enak memang, tapi ya mau gimana lagi. Fase gak enak itu harus dilewati.
Fase itu bikin gue belajar, dan pengen gue bagi ke kalian. Dari hasil observasi gue, ada beberapa tahapan patah hati hingga akhirnya bisa benar-benar sembuh. Gue akan bahas satu persatu fase itu disini.
1. The Break Up
Ini adalah momen pemicu patah hati. Kayak bisul, momen ini adalah saat dimana pecahnya bisul tersebut. Titik kulminasi tertinggi dari masalah-masalah yang sudah beberapa lama terjadi, lalu menumpuk dan pecah. Atau bahkan mungkin datang tanpa masalah sama sekali.
Tanpa ada masalah yang cukup berarti, tiba-tiba putus. Dan kadang keluarlah alasan-alasan klise seperti :
It’s not you, it’s me. Kita gak bisa terus begini.”
“Kita lebih nyaman jadi temen aja deh kayaknya”
“Nasi goreng, sate, semua enak!”
Biasanya, pihak yang patah hati akan sok-sok tegar. Masang muka yang seolah berkata “Gue bakalan baik-baik saja.” tapi dalam hati mulai merana.
Gengsi mulai menyelimuti menjadi kulit terluar. Dan pada akhirnya, berakhir dengan saling diam. Kepala penuh dengan kata-kata yang tak pernah bisa terucapkan.
2. The Meltdown.
Ini adalah fase mencairnya semua kesedihan yang tadi gak sempat keluar. Yang cewek mungkin nangis, yang cowok mungkin stress ampe kebawa mimpi.
Ini adalah masa-masa dimana makan gak enak, tidur gak nyenyak. Ada lubang yang cukup besar yang muncul akibat kepergian seseorang. Rutinitas yang terjadi tiap malam tiba-tiba hilang. Yang terasa cuma sepi.
Kangen dan kesepian adalah kombinasi mematikan.
Buat gue sendiri, ini adalah momen dimana gue cuma bisa tiduran di kasur, sambil ngeliat ke langit-langit kamar selama berjam-jam. Untung gak kesurupan. Stalking malah sama sekali gak menolong dan semakin menambah dosis galau.
Kepo memang pangkal sakit hati.
Di kantor cuma bisa bengong kayak ayam sakit. Dan gue bahkan pernah ditegur di kantor gara-gara kinerja gue yang turun akibat kelamaan di dalam fase ini.
Menyakitkan memang. Makanya mungkin sebenarnya bukan gak bisa move on, tapi mungkin lo cuma kesepian. Coba pikir lagi.
3. The Denial
Ini adalah fase dimana lo udah curhat dengan teman-teman lo. Dan mereka memberikan saran-saran normatif untuk membuat hati lo senang. Saran-saran seperti :
“Santai aja. Masih banyak ikan di laut” – EMANG YANG MAU JADI NELAYAN SIAPA?! &%*(&$+)0#!!!
“Mungkin ini memang jalannya. Yang terbaik buat semuanya” – terdengar seperti judul lagu Pance F Pondang.
“Nasi goreng, sate, semua enak!”
Biasanya di fase ini lo akan  berbohong kepada diri lo sendiri. Berjanji kalau semuanya akan baik-baik saja. But deep inside your heart, you know it won’t. It hurts like hell.
4. The Blaming Phase
Fase menyalahkan ini dibagi lagi dalam 3 tahap.
a. Menyalahkan si mantan.
Ini momen dimana lo menyadari bahwa saran teman-teman lo itu gak bekerja. Dan lo mulai menyalahkan orang lain, karena itu hal yang paling mudah dilakukan. Biasanya orang yang menjadi penyebab patah hati lo menjadi sasaran pertama.
“Kenapa sih lo jahat kayak gitu? Kok lo tega membohongi gue?!”
“Emang gue kurang apa? Kurang apaaaa?”
“Semoga lo gak bahagia dan ketabrak tukang odong-odong!”
b. Menyalahkan situasi sekitar dan orang lain.
Ketika lo akhirnya menyadari bahwa sebenarnya si mantan gak salah apa-apa, lo akhirnya mulai menyalahkan lingkungan sekitar dan orang lain yang sebenarnya juga gak bersalah.
“Kenapa sih gue harus ngerasain kayak gini? Kenapa?! Kenapaaaaaa?!” *kamera zoom out*
“Ini AC mati, sama kayak cinta gue. Bangsat!”
“Ini tukang odong-odong kok parkir disini lagi? Tugas lo nabrak mantan gue woi!!”
c. Menyalahkan diri sendiri.
Dan ketika lo menyadari bahwa tukang odong-odong gak salah dan dia cuma berusaha mencari nafkah yang halal, akhirnya lo tiba di saat-saat yang paling menyedihkan. Menyalahkan diri sendiri.
“Mungkin memang ini salah gue, yang kemaren terlalu cuek”
“Mungkin emang gue yang terlalu demanding, ampe bikin dia gak nyaman”
“Mungkin gue harusnya yang jadi tukang odong-odong dan nabrak dia.”
Biasanya, di fase ini muncul rentetan pertanyaan paling berbahaya yang diawali dengan “What if…
5. The Recovery
Di fase ini, lo mungkin mulai bisa lupa meski kadang masih suka menggaruk luka-luka yang hampir kering. Fase penyembuhan dimana rutinitas kerja membuat lo lupa. Fase ini lo akan menyadari kalau menyia-nyiakan hidup lo adalah tindakan yang salah. Lo akan mencari rutinitas yang membuat lo lupa.
Aktivitas apapun yang bisa menyita perhatian. Kerja sampe malam di kantor. Ikutan marathon, atau bahkan jualan koran di perempatan. Lumayan bisa nambah uang saku. Galau yang produktif.
6. The Dawn
Ketika lo mulai terbiasa sendiri. Mulai terbentuk rutinitas pribadi yang baru. And this is the time when life gives you a favor.
Jalur kehidupan lo sekali lagi bersinggungan dengan orang lain yang menarik perhatian lo. Rutinitas baru kembali muncul. Lubang yang lama kosong mulai ada yang mengisi.
Dan lo akan kembali belajar gimana caranya tersenyum.
7. And finally…The new beginning.
Ini adalah momen dimana lo melihat ke belakang dan menyadari kalau semua saran teman-teman lo tadi memang benar. Memang harus seperti ini jalannya.
Rentetan peristiwa yang membuat lo berpikir dan semakin dewasa. Sebuah peristiwa dimana lo menarik napas panjang, lalu menghembuskannya sekuat tenaga. Dan ada suara kecil yang muncul di dalam kepala lo.
“Aku memang sayang kamu, tapi aku harus lebih sayang kepada diriku sendiri.”
Saat itulah akhirnya lo bisa ikhlas, melangkah pergi meninggalkan semuanya.
Ketika sebuah hubungan dengan seseorang berakhir, percayalah bahwa kita telah selangkah lebih dekat dengan orang yang tepat.

Jadi, kalian sekarang ada di tahap yang mana?

Kamis, 02 Oktober 2014

kami, para wanita sungguh sebenarnya tau


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian. ;)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian tidak merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2014 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)
Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.

Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku pergi lho….*bla.bla.bla”)

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini. ;)


nb : mungkin tidak semuanya perempuan seperti ini :)
Reblog from.

Selasa, 27 Mei 2014

Ababil

Ababil....

Siapa sii yang gak tau apa itu ababil anak muda jaman sekarang. Yaks ababil biasa dibilang abegeh labil. Apa kalian termasuk? Ya mungkin kali yaaaa
Masa-masanya galau katanya sii.

Ababil..

Yaks kita ini dibilang ababil 1 dan 2. Sebelah sy ini senior saya Andi Annisya Ikhsania, yang biasa sy panggil mba ababil. Dan sypun dipanggil ababil Hahaha yaa maklum lah suka bercanda kita *harap maklum. Senior saya ini beda 3 tahun. Beliau angkatan 41 dan sy angkatan 44. Tepatnya kita ga pernah ketemu semasa pendidikan taruna. Mba sy lulus wisuda sy baru masuk.

Kenapa bisa kenal?

Yaks karena sy pernah berkunjung ke makassar semasa taruna kenal deh dengan mbakku ini. Awal mulanya saya panggil kakak. Karena orang bugis. Karena ada nama tambahan ababil kayanya gak cucok dipanggil kaka ababil. Mba ababil lebih cucok hihi.

Kenapa si kita berdua dibilang ababil?

Jadi begini ceritanya pemirsah. Beneran ya disimak cerita kami ini. Stay tune *eaaaa

Awak mulanya ituh julukan ini muncul dari senior juga sih kak ato namanya. Suami dari k indah angkatan 36.  Gak jauh-jauh dari senior lah ya.. haha...
Dulu masanya kami ituh berdua sedang berada di masa-masa yang galau makanya dibilang ababil. Senior junior sama aja lagi galau, ababil banget sih. Rumah k ato dan k indah menjadi saksi bisu *ciieelahh saksi bisu ckck. Saksi bisu kenapa kita dan bagaimana kita. *eaa. Kita dalam arti masing-masing ya. Senior saya dengan permasalahan lain dan sayapun dengan permasalahan lain.

Kedekatan kami berawal dari masa taruna yang katanya saya itu ada ditaraf galau akut haha. Nilai IP, peringkat anjlok sana sini. Sungguh sangat menyedihkan. Dan ketika disemester akhir pembuatan skripsi berkat mba ababilkulah aku bisa bangun dan bangkit hingga akhirnya wisudaku tidak sia-sia dengan bronze medals. Tahukah ketika sy akan masuk ke ruang sidang saya nangis takut tidak bisa. Mba ababilkulah yang terus menyemangati via telpon. Dan ternyata saya bisa dengan hasil memuaskan dan memukau seluruh audiens dan penguji. *ciilehh lebay yaks haha

Seiring dengan berjalannya waktu sampai pada akhirnya saya ditugaskan di Makassar, Sulawesi Selatan. Di rumah mba ababilkulah saya tinggal sekitar 5 bulan. Terimakasih banyak atas semuanya ya mba. Banyak hal yang sy dapatkan dari membuat makanan khas makassar seperti jalangkote, barobo,dandan-mendandan sudah bisa, Kongkow bareng ditiap malem minggu mengatasi kegalauan. haha

Saat ini mbakku sudah pindah di Kab. Sungguminasa promosi jabatan, ciyee ciyeee ihirrr, menyusul K Indah dan K Ato setelah setahun yang lalu menduduki jabatan disana juga. Jarak makassar-sungguminasa menurut saya lumayan jauh ukuran didaerah karena tidak adanya transportasi umum untuk menjangkau kesana. 

Dan akupun tertinggal sendiri di kota ini dengan rumah dinasku dekat kantor. Sepi tapi itulah menjadi abdi negara. Jarak memisahkan kami akan tetapi kami terus berkomunikasi, meskipun sekarang susah untuk melobby ibu-ibu pejabat inih hikshiks.

Dan kini saatnya saya yang akan pergi kembali menuju ibu kota. Tingkat kegalauan berkurang hohoho

Teruntuk mba ababilku...

Terimakasih mba ababilku untuk sekian tahun lamanya mengenal mba. Dari masa taruna hingga kini. dan aku bersykur sudah mengenal mba.

Terimakasih sudah menjadi senior terbaik aq, kakak, mbak terbaikku selama ini

Terimakasih menjadikanku seperti adik kandung mba selama ini

Terimakasih telah menuntunku selama ini hingga aq bisa bangkit kembali dengan tegar dan kuat. Hingga pada akhirnya masa wisudaku tidaklah sia-sia. Dan hingga kini aq bisa atasi semua segalanya.

Terimakasih selalu setia mendengarkan kisah pelangi, bahkan hujan badai.

Terimakasih sudah menghiburku saat sedih bahkan galau itu datang.

Terima kasih atas semua canda tawanya.

Terima kasih atas semua supportnya.

Terimakasih untuk semua kebersamaan dan persahabatan ini. 

Beribu banyak terimakasih yang tidak disebutkan satu satu untuk mba

Semoga persahabatan ini dapat berjalan hingga kakek nenek.

mbak ababilku tetaplah menjadi mba terbaikku ya mbak. Meski jarak memisahkan tetaplah aku menjadi adikmu. Maafkan segala kesalahanku yang kadang bikin sebel, kesel dll. Love u mba. Mba tiada duanya dehh hehehe.

semoga aku cepat dikasih keponakan hihihi.

semangat mb meski di desa yang jauh dari peradaban dan sulit signal. Suatu saat nanti akan terbayar dengan yang lebih indah. Insyaallah amin.

^^V

ini tahun 2013
mba ababil juga yang merancang semuanya. mendatangkan teman-teman sy yang dipelosok hohoho

gini-gini mba ababil sudah menjadi ibu pejabat sungguminasa loh ciyeeciyee (kasubsi bimaswat), gondonnya belum dipasang saat kita foto. Setiap perpangkatan dan pemberian jabatan di setiap instansi beda-beda ya jangan pernah menilai sebelum bertanya terlebih dahulu apa sii maksud dan warnanya.
Dan semenjak itulah sy berpisah hikshiks karena jauh lumayan dari kota. Semangat yaa mba ababilku disana. Dan beliau ini yang berusaha untuk menahan saya untuk tidak pindah. Kalo kata si emba tunggu disini sampe dapet jabatan baru pindah temenin emba dulu hahaha. Kalo kata emba tahun depan disuruh gantikan mba dani yang mau geser wkwkw, makin lama itu mba hahaha. Yampun mba aku sudah galau di tanah rantau *keluhku. 
Akhirnya saya terima tawaran pak bos untuk ditarik ke Jakarta. 

Belajar dandan mendandan ini loh suhunya *cilehh tapi akunya keliatan gemuk nih efek kamera jarak deket

kongkow every weekend, dapat mengatasi kegalauan dimalam minggu hahaha ^^v

K Indah, Saya, Mb ababil (belum pake kerudung dulu)
Sudah jarang bertemu dengan k indah karena jarak dan waktu. Salam untuk k Ato, indi, rafli, rifki ya kakaku
Tinggallah aku yang masih di kota sendiri kaya anak ilang. T_T
Tapi sekarang udah mau go yeyeyeye ... 


ceritanya telat.. ga bisa kasih surprise


Suprisenya dateng ceritanya tilimikiciiiii mbakku *kisskisshug


Full of us in our journey

Sabtu, 17 Mei 2014

Tanya Kenapa?

Rasa..
Setiap orang pasti memiliki rasa yang berbeda-beda terhadap setiap orang dan dengan penilaian yang berbeda-beda. Ada yang suka, senang, benci, sebel, rindu, bahkan ada yang sampai mencintai. Hak setiap orang untuk mengungkapkan semua itu.
Sayang
Suatu rasa yang timbul karena adanya kepedulian. Seiring berjalannya waktu akan berubah dengan dengan rasa yang lebih besar yaitu rasa sayang.
Cinta
Apa sebenarnya makna dari kata cinta?
Katanya suatu bentuk rasa yang timbul karena ada rasa sayang yang lebih.
Banyak penafsiran yang berbeda dari setiap orang. Sayapun tidak mengetahuinya sebenarnya seperti apa itu cinta sesungguhnya. Apakah hanya sebatas rasa sayang berlebih ataukah hanya sebatas ungkapan atau yang lain. Mungkin hatiku sudah lelah jika untuk mengetahui lebih dalam sesungguhnya apa itu cinta. Memasrahkan kepada sang Ilahi siapakah imam kita kelak. Cukup sekali mengenal walaupun sedikit. Dan cinta yang haqiqi hanya kepada sang Pencipta. Dialah yang tidak akan meyakiti sampai kapanpun.

Banyak yang menanyakan apakah dengan kesendirianmu ini tanda kamu belum bisa move on?
Tentu tidak dengan tegas. Hanya ingin membagi rasa sayang dan cinta kepada yang tepat yaitu yang menjadi halalku. *ciileh hohoho

Sekian...
Selamat libur....

Rabu, 02 April 2014

Jadi Idola

Hai di awal tahun ini niatnya mau publish resolusi untuk 2014 ini, tapi kok yaaa malu yaaa hehe. Masih punya malu ihiyyyy. Kapan - kapan aja boleh lah ya..
Sebenernya ya lagi sibuk penuh dengan kerjaan, tapi pusing jadi mau ngeblog ajah boleh ya. hoho

Yak Jadi Idola, kepedeana apa gimana yaaa biarin lah ya. Idola para anak kecil tepatnya, hahahah
Di Makassar ini diidolakan anak kecil, ah masa iya tapi iya siii. ^^V

Awal Mulanya ketika saya tinggal dirumah senior sebelum menempati rumah dinas. Suami istri kebetulan senior saya dua-duanya. Senior saya ini punya 3 anak (2 laki-laki, 1 perempuan), namanya rafli, rifki, dan ade indi. Saat itu senior saya ini masih bertugas di Makassar.Yaks mereka semua ini cadel maklum anak kecil jadi tidak bisa berbicara “r’. Tercetuslah panggilan sy jadi kaka “laba-laba” hahaha. Biarin deh gapapa.

Anak - anak ini lucu-lucu banget. Sampai setiap sy pulang kantor setiap hari selalu disambut “horeeee kaka laba-laba pulang horeee” sambil jingkrak-jingkrak tepuk tangan. Ya Allah mereka ini lucu sekali nyesss banget dan seneng banget anak-anak ini senang dg kehadiran saya. Trus mereka pasti nanya “kaka laba tadi dikantor ngapain? Tadi aq belajar ini itu dong, trus aku punya mainan, mainn yuukk kak” Mikir entar kalo punya anak kaya gitu gak yaa anak sy nyambutnya haha *halah ngayal ajaaaa iyain aja lah yaa wkwkw. Aaaaa terharu-terharu. 

Sampai pada akhirnya senior saya pindah tugas dg jabatan barunya di daerah Sungguminasa 1 jam dari Makassar. Jauh menurut saya karena tidak ada akses kendaraan umum. Pedalaman namanya juga haha. Semenjak pindah jadi jarang main hikshiks
          
Saat itu indi telpon “ kaka laba ayo dong main ke rumah aku sama kaka rifki kangen nii”.
 Saya,“iya ade indi nanti besok kaka kesana deh”
Indi , “ beneran yaaa awas loo kalo engga, indi sedih, kan kangen”
Ihiyyy dikangenin sama anak kecil boo
Sampai pada hari esoknya tidak bisa datang karena terhambat kendaraan dinas kantor masih dipakai keluar kota dan sy pun lupa untuk mengabari. Taukah apa yang dilakukan indi dan rifki?????
Mereka menunggu saya didepan rumah dengan dandanan cantik dan ganteng mondar-mandir, sampai dengan magrib. Ooooeeemmmjiiii mereka ini tulus sekali.
Dan pada akhirnya mereka nangis kemudian telpon sy dan ngambek.
Esok harinya sy baru bisa menjenguk mereka. Tahukah apa aksi mereka?
Aaaaa saya langsung dipeluk langsung minta gendong dua-duanya (kayak ibunya aja yaa hohoho). Padahal rifki anak kelas 2 sd dan indi masih TK. Masih aja manja. Memang mereka anak manja.

Apa yang indi bilang saat itu, “ kakak aku sudah bisa bilang kakak praba dong bukan kaka laba-laba lagi” yeyyyy alhamdulillah. “ emang laba-laba itu apa sih kak”
Saya, degggg haahha ketawa seketika seiisi rumah alhamdulilah uda bisa yaa.
akhirnya kami bernostalgia lagi dengan anak-anak ini. Senang akhirnya.

Sikap tulus yang diberikan oleh anak kecil tidak bisa dibohongi.
Bersikap tuluslah kepada siapapun kebaikan akan kembali kepada kita. 

Sekian cerita saya ^^V


Ini namanya indi yang di tengah, Anak dari K indah dan K Ato ketiga