Jumat, 17 Oktober 2014

Bapak...

Bapak..
Langit mendung
Seakan turut berduka atas kepergianmu
Dentuman salvo memecah sunyi
Sebagai tanda penghormatan terakhir

Indahnya kebersamaa denganmu telah menjadi kenangan…
Namun perhatianmu, kasihmu dan cintamu tetap terukir indah dalam sanubari kami

Dibawah langit ini, seketika merenung..
Sepinya hati ini tanpa ragamu
Akan tetapi semangatmu tetap menyala dalam benak kami

Keteladananmu mengajarkan kami pentingnya arti kehidupan
Keteladananmu mengajarkan kami arti kesabaran dan keihlasan
Keteladananmu mengajarkan kami arti kedewasaan

Bapak..
Allah melihatmu semakin hari semakin lelah
Dia mengulurkan tangan-Nya meraih dan membelai mu dalam peluk Nya
Dia pun membisikkan padamu “ datanglah kepada-Ku dan berbahagialah
Kami sangat mencitaimu
Tapi Allah lebih mencintaimu
Dengan airmata, akami menghantarkan mu ke tempat peristirahatan terakhirmu
Dengan hati ikhlas kami melepasmu

Allah memberikan kepada kami rasa kehilangan yang terbesar dan dia telah membuat kami mengerti bahwa
Dia hanya mengambil yang terbaik

Dan hal tersebut adalah pelajaran hidup terbaik dari Allah untuk kami melalui dirimu
Ikhlas… merupakan Pelajaran terakhir yang terberat  untuk melepasmu

Bapak..
Kini dirimu tenang di sisiNya
Kubawakan bunga untukmu..
Harumnya bunga seharum namamu
Yang telah banyak mengukir kebaikan untuk keluarga, bangsa dan sesama..


Terkirim doa untukmu..
Usapan batu nisan sebagai tanda kami rindu padamu
Selamat jalan Bapak
Terimakasih atas semua kebaikan yang telah engkau lakukan

Selamat jalan Bapak, kami tahu Bapak sekarang berada di tempat di tempat yang terbaik

Amin Yaa Rabbal Alamin..
Kami anak – anak yang selalu mencintaimu

Rabu, 15 Oktober 2014

HURT...

I'm sorry for blaming you for everything I just couldn't doAnd I hurt myself by hurting you

Somedays I feel broke inside but I won't admitSometimes I just want to hide 'cause it's you I missYou know it's so hard to say goodbye when it comes to this
Would you tell me I was wrong?Would you help me understand?Are you looking down upon me?Are you proud of who I am?There's nothing I want to doTo have just one more chanceTo look into your eyes and see you looking back

I'm sorry for blaming you for everything I just couldn't doAnd I've hurt myself

If I had just one more day, I would tell you how much thatI've missed you since you've been away

Senin, 13 Oktober 2014

Don't Forget

Did you forget, That I was even aliveDid you forget, Everything we ever hadDid you forget, Did you forgetAbout me
Did you regret, Ever standing by my sideDid you forget, What we were feeling insideNow I'm left to forgetAbout us
But somewhere we went wrong, We were once so strongOur love is like a songYou can't forget it
So now I guess, This is where we have to standDid you regret, Ever holding my handNever again, Please don't forgetDon't forget
We had it all, We were just about to fallEven more in love, Than we were beforeI won't forget, I won't forgetAbout us
But somewhere we went wrong, We were once so strongOur love is like a song, You can't forget itAt all
And at last, All the pictures have been burnedAnd all the past, Is just a lesson that we've learnedI won't forget, Please don't forget us
But somewhere we went wrong, Our love is like a songBut you won't sing along, You've forgottenAbout us

Kamis, 09 Oktober 2014

Asa

Saat aku tak paham maksud Tuhan
Aku memilih untuk percaya

Saat aku dikecewakan
Aku memilih untuk berserah

Saat putus asa melingkupiku
Aku memilih untuk maju

Apapun yang telah terjadi.
Tetaplah percaya, bersujud, berserah dan maju dengan yakin

Karena Tuhan sedang merajut yang terbaik. (amin)

��������

Selasa, 07 Oktober 2014

Everything Happens For A Reason


“ no coincidence happens in this world, everything happens for a reason”
Kata-kata tersebut menjadi quote of the day in everyday saat ini. Rasanya harus tertempel dijidat besar- besar biar sadar hehe.

Setelah sekian waktu terlewati, rasanya segala bentuk cobaan terus berdatangan, entah harus seperti apa lagi saya. Mereka datang bertubi-tubi seakan tidaklah pernah berhenti. Sedih pun selalu terbendung dalam hati. Sempat terbesit dalam pikiran apa maksud Allah dengan semua ini. Sayangkah dengan saya. Tapi saya hanya yakin ada maksud dalam semua ini. Pernah saya membaca di suatu artikel semakin banyak cobaan, semakin sayang Allah dengan kita. Karena segala sesuatu yang terjadi dalam hidup sudah ada yang ngatur layaknya kita seperti wayangnya dalangnya itu ALLAH. Kita sebagai pemain berlakonlah sebaik mungkin dalam keadaan apapun itu. Dari mulai bertindak, berperasaan itu sudah ada dalam naskah Allah. 
Segala sesuatunya terjadi di dunia ini tidaklah kebetulan, melainkan terjadi karena suatu alasan. Seperti dalam Alqur’an :

 “ Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (al-Hadiid: 22)

Karena  segala yang terjadi dalam hidup ini merupakan serangkaian pembelajaran hidup. Baik suka dan duka, senang atau susah.  Karena pengalaman adalah guru terbaik. 

Dan hanya orang-orang yang pernah ditinggalkanlah yang mengetahui secara dalam bagaimana keadaan ataupun kondisi saat itu, apakah sedang berada pada posisi labil, kesedihan tak berujung, dsb. Sehingga tidak perlu memaksakan kepada siapapun untuk mengerti karena hasilnya pun hanya sia-sia dan hanya berujung kepada kesedihan yang bertambah. Karena setiap orang memiliki pemikiran yang beragam. Dihargai saja pendapat masing-masing orang, meski terkadang tidak setuju. Ya ikhlas pada intinya, Ikhlas itu seperti kata-kata yang mudah sekali untuk diucapkan secara normatif, tapi sulit sekali diterapkan. Tapi perlahan pasti bisa. InsyaAllah

Semoga Allah senantiasa memberikan kami kesabaran yang ekstra dalam menghadapi apapun amin :)






Senin, 06 Oktober 2014

PATAH HATI ?

Patah Hati.
Yakk sy berhasil repost dari blognya romeogadungan. Semoga bermanfaat ya. Mungkin kalian berpikir sy sedang galau sometimes sih. Sy termasuk orang yang susah move on padahal sudah beberapa tahun yang lalu (curhat wkwk), tapi overall sy gak galau banget tapi kadang suka muncul rasa galau itu. Sedikit trauma mungkin ada, dan kini saya baru sadar setelah dimarahin oleh kaka saya kalau saya tidak boleh seperti itu. Hidup itu indah nikmati prosesnya. Jangan berada di satu titik, akan tetapi masih stuck saat itu. Dan sempat usaha kaka saya kenal ini, tapi ternyata saat itu saya belum tau harus bagaimana dan harus berbuat apa sampai pada akhirnya ga tau saya harus seperti apa, sampai pada akhirnya musibah datang menimpa keluarga saya dan akhirnya lupa dengan semuanya. Karena saya fokus dengan keaadan itu. Saya termasuk orang yang tidak bisa berpikir untuk fokus ke cabang-cabang lainnya. Bagi saya selesaikan satu-satu, tidak dalam sekaligus saya jalankan. Karena butuh pemikiran yang ekstra dan hati yang lapang. Dan pada akhirnya setelah musibah selesai terlewati, baru terpikirkan hal lain. Saya tersadar seperti telah lama saya tertidur (kaya putri salju aja wkwk tp versi indonesia haha gak cucok banget sih ngayal aja wkwk) akan suatu hal yaitu open ways, open mind and the others, saya tidak boleh seperti itu, jalani dulu, dicoba dulu (selalu disemangati oleh kaka saya trimakasih mb). And i will try and wish me luck. Di setiap perjalanan kehidupan memang ada kerikil-kerikil atau resiko dari setiap kejadian. Harus bisa melapangkan dada secara cepat, meski itu tidaklah mudah dalam waktu yang sedemikian cepat. Tapi perlahan saya pasti bisa untuk dijadikan pembelajaran lebih baik lagi. Meski baru terjatuh lagi dan lagi saya harus semangat lagi. yoyoyoyo (",)9

Tau gimana rasanya berada saat sulit?
Semangatpun naik turun seperti ombak kadang tinggi, kadang surut, bahkan tidak sama sekali kalau kata saya berada di titik under spirit (soktau gitu wkwk).  Kalau kata orang yang sy jadikan tolak ukur untuk diri saya dalam meraih sesuatu, ia telah membuka mata hati dan pikiran untuk segera beranjak dengan kata "setiap orang toh sudah ada pasangannya masing-masing jadi tidak perlu pusing dengan hal itu, jalani saja" :)
kadang kita membutuhkan suatu kata dan pedoman yang kita ikuti untuk dapat mendongkrak semangat yang kendur.
Semoga dapat meraih segala cita dan asa dengan semangat baru. yaapp i make a project soon.be better be better.

baiklah check it out..

Siapa sih manusia di dunia yang gak pernah patah hati? Gue, lo, temen lo, saudara lo, mbak Minah pembantu kosan, ampe tukang teh botol di pinggir jalan mungkin pernah patah hati,
Semua orang pernah patah hati. Bahkan mungkin Obama juga pernah patah hati. Obama mungkin pernah galau malem-malem di kamarnya sambil ngomong.
“Nasi goreng, sate, semua enak!”
Patah hati seolah jadi hal yang wajar buat semua orang. Gue pernah beberapa kali patah hati. Gak enak memang, tapi ya mau gimana lagi. Fase gak enak itu harus dilewati.
Fase itu bikin gue belajar, dan pengen gue bagi ke kalian. Dari hasil observasi gue, ada beberapa tahapan patah hati hingga akhirnya bisa benar-benar sembuh. Gue akan bahas satu persatu fase itu disini.
1. The Break Up
Ini adalah momen pemicu patah hati. Kayak bisul, momen ini adalah saat dimana pecahnya bisul tersebut. Titik kulminasi tertinggi dari masalah-masalah yang sudah beberapa lama terjadi, lalu menumpuk dan pecah. Atau bahkan mungkin datang tanpa masalah sama sekali.
Tanpa ada masalah yang cukup berarti, tiba-tiba putus. Dan kadang keluarlah alasan-alasan klise seperti :
It’s not you, it’s me. Kita gak bisa terus begini.”
“Kita lebih nyaman jadi temen aja deh kayaknya”
“Nasi goreng, sate, semua enak!”
Biasanya, pihak yang patah hati akan sok-sok tegar. Masang muka yang seolah berkata “Gue bakalan baik-baik saja.” tapi dalam hati mulai merana.
Gengsi mulai menyelimuti menjadi kulit terluar. Dan pada akhirnya, berakhir dengan saling diam. Kepala penuh dengan kata-kata yang tak pernah bisa terucapkan.
2. The Meltdown.
Ini adalah fase mencairnya semua kesedihan yang tadi gak sempat keluar. Yang cewek mungkin nangis, yang cowok mungkin stress ampe kebawa mimpi.
Ini adalah masa-masa dimana makan gak enak, tidur gak nyenyak. Ada lubang yang cukup besar yang muncul akibat kepergian seseorang. Rutinitas yang terjadi tiap malam tiba-tiba hilang. Yang terasa cuma sepi.
Kangen dan kesepian adalah kombinasi mematikan.
Buat gue sendiri, ini adalah momen dimana gue cuma bisa tiduran di kasur, sambil ngeliat ke langit-langit kamar selama berjam-jam. Untung gak kesurupan. Stalking malah sama sekali gak menolong dan semakin menambah dosis galau.
Kepo memang pangkal sakit hati.
Di kantor cuma bisa bengong kayak ayam sakit. Dan gue bahkan pernah ditegur di kantor gara-gara kinerja gue yang turun akibat kelamaan di dalam fase ini.
Menyakitkan memang. Makanya mungkin sebenarnya bukan gak bisa move on, tapi mungkin lo cuma kesepian. Coba pikir lagi.
3. The Denial
Ini adalah fase dimana lo udah curhat dengan teman-teman lo. Dan mereka memberikan saran-saran normatif untuk membuat hati lo senang. Saran-saran seperti :
“Santai aja. Masih banyak ikan di laut” – EMANG YANG MAU JADI NELAYAN SIAPA?! &%*(&$+)0#!!!
“Mungkin ini memang jalannya. Yang terbaik buat semuanya” – terdengar seperti judul lagu Pance F Pondang.
“Nasi goreng, sate, semua enak!”
Biasanya di fase ini lo akan  berbohong kepada diri lo sendiri. Berjanji kalau semuanya akan baik-baik saja. But deep inside your heart, you know it won’t. It hurts like hell.
4. The Blaming Phase
Fase menyalahkan ini dibagi lagi dalam 3 tahap.
a. Menyalahkan si mantan.
Ini momen dimana lo menyadari bahwa saran teman-teman lo itu gak bekerja. Dan lo mulai menyalahkan orang lain, karena itu hal yang paling mudah dilakukan. Biasanya orang yang menjadi penyebab patah hati lo menjadi sasaran pertama.
“Kenapa sih lo jahat kayak gitu? Kok lo tega membohongi gue?!”
“Emang gue kurang apa? Kurang apaaaa?”
“Semoga lo gak bahagia dan ketabrak tukang odong-odong!”
b. Menyalahkan situasi sekitar dan orang lain.
Ketika lo akhirnya menyadari bahwa sebenarnya si mantan gak salah apa-apa, lo akhirnya mulai menyalahkan lingkungan sekitar dan orang lain yang sebenarnya juga gak bersalah.
“Kenapa sih gue harus ngerasain kayak gini? Kenapa?! Kenapaaaaaa?!” *kamera zoom out*
“Ini AC mati, sama kayak cinta gue. Bangsat!”
“Ini tukang odong-odong kok parkir disini lagi? Tugas lo nabrak mantan gue woi!!”
c. Menyalahkan diri sendiri.
Dan ketika lo menyadari bahwa tukang odong-odong gak salah dan dia cuma berusaha mencari nafkah yang halal, akhirnya lo tiba di saat-saat yang paling menyedihkan. Menyalahkan diri sendiri.
“Mungkin memang ini salah gue, yang kemaren terlalu cuek”
“Mungkin emang gue yang terlalu demanding, ampe bikin dia gak nyaman”
“Mungkin gue harusnya yang jadi tukang odong-odong dan nabrak dia.”
Biasanya, di fase ini muncul rentetan pertanyaan paling berbahaya yang diawali dengan “What if…
5. The Recovery
Di fase ini, lo mungkin mulai bisa lupa meski kadang masih suka menggaruk luka-luka yang hampir kering. Fase penyembuhan dimana rutinitas kerja membuat lo lupa. Fase ini lo akan menyadari kalau menyia-nyiakan hidup lo adalah tindakan yang salah. Lo akan mencari rutinitas yang membuat lo lupa.
Aktivitas apapun yang bisa menyita perhatian. Kerja sampe malam di kantor. Ikutan marathon, atau bahkan jualan koran di perempatan. Lumayan bisa nambah uang saku. Galau yang produktif.
6. The Dawn
Ketika lo mulai terbiasa sendiri. Mulai terbentuk rutinitas pribadi yang baru. And this is the time when life gives you a favor.
Jalur kehidupan lo sekali lagi bersinggungan dengan orang lain yang menarik perhatian lo. Rutinitas baru kembali muncul. Lubang yang lama kosong mulai ada yang mengisi.
Dan lo akan kembali belajar gimana caranya tersenyum.
7. And finally…The new beginning.
Ini adalah momen dimana lo melihat ke belakang dan menyadari kalau semua saran teman-teman lo tadi memang benar. Memang harus seperti ini jalannya.
Rentetan peristiwa yang membuat lo berpikir dan semakin dewasa. Sebuah peristiwa dimana lo menarik napas panjang, lalu menghembuskannya sekuat tenaga. Dan ada suara kecil yang muncul di dalam kepala lo.
“Aku memang sayang kamu, tapi aku harus lebih sayang kepada diriku sendiri.”
Saat itulah akhirnya lo bisa ikhlas, melangkah pergi meninggalkan semuanya.
Ketika sebuah hubungan dengan seseorang berakhir, percayalah bahwa kita telah selangkah lebih dekat dengan orang yang tepat.

Jadi, kalian sekarang ada di tahap yang mana?

Kamis, 02 Oktober 2014

kami, para wanita sungguh sebenarnya tau


Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah tokoh romantis yang dapat melukis seperti Jack Dawson dalam Titanic, maka itu kami tidak pernah minta kalian melukis wajah kami dengan indah, paling tidak saat kami minta kalian menggambar wajah kami , gambarlah, meskipun hasil akhirnya akan seperti Jayko adik perempuan Giant dalam film Doraemon, tapi kami tahu, kalian berusaha.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan peramal seperti Dedi Corbuzier yang dapat menebak isi pikiran kami atau apa yang kami inginkan saat kami hanya terdiam dan memasang wajah bosan, tapi saat itu kami hanya ingin tau, sesabar apakah kalian menghadapi kami jika kami sedang sangat menyebalkan seperti itu, kami tidak minta kalian mampu menebak keinginan kami, setidaknya bersabarlah pada kami dengan terus bertanya “jadi sekarang maunya gimana?”

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah penyair sekaliber Kahlil Gibran atau yang mampu menceritakan kisah romantis seperti Shakespear, maka itu kami pun tidak meminta kalian mengirimi kami puisi cinta berisi kalimat angan-angan nan indah setiap hari atau setiap minggu, tapi setidaknya mengertilah bahwa setelah menonton film korea yang amat romantis itu, kami sangat berandai-andai kekasih kami dapat melakukan yang sama, meskipun isi puisi tersebut tidak sebagus kahlil Gibran, kami akan sangat senang –sungguh- jika kalian mengirimkannya dengan tulus dan niat. (bahkan meskipun ujungnya terdapat “hehe, aneh ya?”, kami akan benar-benar melayang, tuan)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah setampan Leonardo Dicaprio, tapi tolong mengertilah itu sama sekali bukan masalah bagi kami, saat kami memuja-muja pemuda seperti itu, itulah pujian dan pujaan, tapi hati kami sungguhnya telah terikat oleh kalian, tuan. Mungkin saat itu kami hanya ingin tau apa pendapat kalian jika kami jatuh cinta pada orang lain, semacam mengukur tingkat kecemburuan kalian. ;)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah semenakjubkan John Nash atau sebrillian Isaac Newton, namun kami sebenarnya sangat menghargai bantuan kecil dari kalian meskipun hanya membantu mencarikan artikel dari internet, kami ingin menunjukkan pada kalian bahwa kalian lebih kami percayakan daripada Newton atau Galileo.

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian tidaklah segagah Achilles pada film Troy, maka itu kami tidak pernah minta kalian mengikuti program peng six-pack an tubuh atau kontes L-men. Namun dengan kalian tidak pernah merokok, kami sangat akan memilih kalian dari Achilles manapun. Menyuruh kalian tidak merokok adalah untuk meyakinkan diri kami bahwa kalian lebih gagah dari Achilles (karena tentu kalian akan kalah beradu pedang dengan Achilles bukan?).

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukan Pangeran denga kuda putih yang akan melawan naga demi kami, karena kami pun bukan putri tidurnya, dan maka dari itu kami tidak pernah minta kalian melawan preman pasar yang pernah menggoda kami waktu lalu, tapi setidaknya, mengertilah tanpa kami harus minta, saat hujan lebat datang dan dirumah sedang mati lampu dan ayah ibu belum datang, kami hanya dapat mengandalkan kalian, maka itu temani kami walau hanya dengan sms dan telepon, karena menurut kami, berbincang dengan kalian adalah melegakan, maka itu jangan tradeoff (tukar) keadaan seperti itu dengan Game PES 2014 terbaru kalian itu (sangat mengesalkan!)

Kami, para wanita sungguh sebenarnya tau bahwa kalian bukanlah bayi yang harus diingatkan hal ini dan itu setiap waktunya, tapi mengertilah bahwa kami sangat merisaukan anda, kenapa kami mengingatkan kalian makan atau sembahyang, itu karena tepat saat itu, kami baru saja hendak makan atau sembahyang, maka itu saat kalian bertanya kembali atau mengingatkan kembali, kami akan jawab “iya, bentar lagi nih”

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Romi Rafael yang pandai menyulap saputangan menjadi bunga, maka itu kami tidak pernah meminta hal hal semacam itu, namun mengertilah bahwa melihat bunga rose di pinggiran jalan itu menggoda hati kami, bahkan meski kami tidak suka bunga, pemberian kalian akan menjadi hal yang kami sukai, karena kami sebenarnya hanya sangat ingin menyimpan kalian saat itu, setelah malam kalian antar kami pulang, namun kami tahu kita harus berpisah saat itu.

Kami, para wanita tau kalian bukanlah Mr. Bean yang dapat membuat kami tertawa terbahak saat sedang bosan, maka itu jangan coba-coba menjadi juru selamat untuk mencoba membuat kami tertawa saat itu, karena kami tau kalian tidak mampu sekocak Mr. Bean dan malah hanya akan memperkeruh suasana, yang kami inginkan saat itu hanyalah memastikan kalian ada disamping kami saat masa-masa sulit meski hanya dengan senyuman menenangkan.

Kami, para wanita juga tau kalian bukanlah pemuda seperti Edward Cullen yang akan segera datang dengan Volvo saat kami diganggu oleh preman jalanan, namun setidaknya, pastikan kami aman bersama kalian saat itu dengan tidak membawa kami pulang terlalu larut dan mengantarkan kami sampai depan pintu rumah dan bertemu ayah ibu, (jangan hanya sampai depan gang, hey, tuan!)
Kami, para wanita tau kalian tidak akan bisa seperti ibu kami yang dapat menghentikan tangisan kami, namun tolong mengerti, saat kami menangis dihadapanmu, kami bukan sedang ingin dihentikan tangisannya, justru kami sangat ingin kalian dihadapan kami menampung berapa banyak air mata yang kami punya, atau sekedar melihat apa reaksi kalian melihat kami yang –menurut kami- akan terlihat jelek saat menangis

Kami, para wanita tau juga sebenarnya, bahwa kalian tidak akan punya jawaban yang benar atas pertanyaan, “aku gendut ya?”, kami sungguh tau, tapi saat itu kami hanya ingin tau, apa pendapat kalian tentang kami yang pagi tadi baru bercermin dan sedang merasa tidak secantik Kristen Stewart.

Kami tau, kalian adalah makhluk bodoh yang tidak peka dan terlalu lugu untuk percaya pada setiap hal yang kami katakan, tapi mengertilah bahwa saat kalian bertanya “baik-baik aja?” dan kami jawab “iya, aku baik-baik aja” itu adalah bahasa kami untuk menyatakan keadaan kami yang sedang tidak baik namun kami masih menganggap kalian adalah malaikat penyelamat yang mampu mengatasi ketidak-baik-baikan kami saat itu tanpa kami beritau, (tentu mestinya kalian sadari jika kami memang benar sedang baik-baik saja kami akan menambahkan perkataan seperti “iya aku baik-baik aja, malah tadi aku pergi lho….*bla.bla.bla”)

Iya, kami sepertinya tau apa yang kalian pikirkan tentang kami yang begitu merepotkan. Tapi begitulah kami, akan selalu merepotkan kalian, tuan. Hal ini bukan sesuatu yang kami banggakan, namun inilah bahasa kami untuk mempercayakan hati kami pada kalian, jika kalian bukanlah pemuda yang kami percayakan dan kami butuhkan, tentu saja yang kami repotkan dan persulitkan bukan kalian. Kami makhluk yang amat perasa dan gampang merasa “tidak enak”. Kami enggan merepotkan “orang lain”.

Jika kami merepotkan dan menyusahkan, berarti kami menganggap anda bukanlah orang lain, tuan.

Kami tidak senang bermain-main, tuan pemuda. Maka tolong jaga hati yang kami percayakan ini. Kami mungkin mudah berbesar hati atau “geer”, tapi sekali kami menaruh hati kami pada satu pemuda, butuh waktu yang lebih lama dari menemukan lampu bohlam untuk menghilangkannya (bukan melupakan).

Kami akan sulit menerima hati baru setelah itu, karena kami harus membiasakan diri lagi. Padahal kami sudah terbiasa dengan anda, terbiasa melakukan semuanya dengan anda. Maka tolong, mengertilah tuan. Karena kami, wanita sungguh sangat tau sebenarnya kalian, pemuda, dapat mengatasi semua tingkah kami yang merepotkan ini. ;)


nb : mungkin tidak semuanya perempuan seperti ini :)
Reblog from.