Jumat, 17 Oktober 2014

Bapak...

Bapak..
Langit mendung
Seakan turut berduka atas kepergianmu
Dentuman salvo memecah sunyi
Sebagai tanda penghormatan terakhir

Indahnya kebersamaa denganmu telah menjadi kenangan…
Namun perhatianmu, kasihmu dan cintamu tetap terukir indah dalam sanubari kami

Dibawah langit ini, seketika merenung..
Sepinya hati ini tanpa ragamu
Akan tetapi semangatmu tetap menyala dalam benak kami

Keteladananmu mengajarkan kami pentingnya arti kehidupan
Keteladananmu mengajarkan kami arti kesabaran dan keihlasan
Keteladananmu mengajarkan kami arti kedewasaan

Bapak..
Allah melihatmu semakin hari semakin lelah
Dia mengulurkan tangan-Nya meraih dan membelai mu dalam peluk Nya
Dia pun membisikkan padamu “ datanglah kepada-Ku dan berbahagialah
Kami sangat mencitaimu
Tapi Allah lebih mencintaimu
Dengan airmata, akami menghantarkan mu ke tempat peristirahatan terakhirmu
Dengan hati ikhlas kami melepasmu

Allah memberikan kepada kami rasa kehilangan yang terbesar dan dia telah membuat kami mengerti bahwa
Dia hanya mengambil yang terbaik

Dan hal tersebut adalah pelajaran hidup terbaik dari Allah untuk kami melalui dirimu
Ikhlas… merupakan Pelajaran terakhir yang terberat  untuk melepasmu

Bapak..
Kini dirimu tenang di sisiNya
Kubawakan bunga untukmu..
Harumnya bunga seharum namamu
Yang telah banyak mengukir kebaikan untuk keluarga, bangsa dan sesama..


Terkirim doa untukmu..
Usapan batu nisan sebagai tanda kami rindu padamu
Selamat jalan Bapak
Terimakasih atas semua kebaikan yang telah engkau lakukan

Selamat jalan Bapak, kami tahu Bapak sekarang berada di tempat di tempat yang terbaik

Amin Yaa Rabbal Alamin..
Kami anak – anak yang selalu mencintaimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar